Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (15/8/2010) sore, mengukuhkan 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2010 yang berasal dari 33 provinsi di Istana Negara, Jakarta.

Selaku Pembina Upacara, Kepala Negara menyematkan lencana dan kendit sebagai tanda pengukuhan Paskibraka 2010 yang akan bertugas pada acara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus dan Penurunan Bendera Pusaka di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010) pagi dan petang mendatang.

Dalam acara yang dihadiri Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri kabinet itu, Presiden berharap anggota Paskibraka tidak terjebak pada lima sifat dan cara pandang yang buruk.

Kelima sifat dan cara pandang yang buruk itu adalah skeptis dan pesimistis, jangan suka berfikir negatif dan sinisme, jangan pernah mengembangkan sifar dan sikap buruk sangka yang bisa meracuni pikiran dan hati kita semua, jangan terlalu mudah menyalahi pihak lain akan tetapi seringlah intropeksi untuk menemukan yang belum benar dan keliru serta koresi dan perbaikan serta jangan menjadi manusia yang tidak berimaan dan percaya tahayul serta hal-hal yang tidak rasional.

Kelima cara pandang ini justru akan menghalangi perjalanan kalian ke depan untuk meraih cita-cita kalian semua

, tutur Presiden Yudhoyono.