Kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Islam Bersatu Tanjungbalai menyampaikan aspirasi ke Kantor DPRD Tanjungbalai, Senin (31/5/2010). Aksi yang lebih tepat di sebut sebagai Aksi Damai mendapat pengawalan dari aparat keamanan Polresta dan Brimob. Aksi ini mengawali perjalanannya dari Mesjid Raya Tanjungbalai menuju Gedung DPRD dengan membawa beberapa spanduk dan diiringi orasi yang intinya mempertanyakan keberadaan “Patung Raksasa” yang berdiri megah di atas Vihara yang berlokasi di sekitar pantai Reklamasi Tanjungbalai.

Kedatangan kelompok GIB di kantor dewan ini disambut baik oleh Anggota Dewan dari Komisi A. Setelah bertemu dengan anggota Dewan akhirnya kelompok Gerakan Islam bersatu ini merasa puas dan beranjak pulang kembali ke mesjid raya untuk melakukan Shalat Zuhur berjamaah.
Hasil konfirmasi dengan koordintor Lapangan GIB, menyatakan bahwa GIB menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan untuk melakukan penurunan “Patung raksasa” yang berdiri megah di atas gedung Vihara. Selanjutnya pihak anggota dewan menerima aspirasi dan akan melanjutkannya dengan melakukan audiensi dengan pihak Pemko Tanjungbalai pada hari Kamis(3/6/2010) yang juga akan diikuti beberapa anggota GIB.
Perlu juga diketahui bahwa kasus keberadaan beberapa bangunan/gedung di kawasan pantai reklamasi sudah menjadi permasalahan (SIB,19/6/2009) yang menuntut kepada hal pembongkaran bangunan/gedung karena tidak sesuai dengan MoU antara pihak pengembang dan Pemko Tanjungbalai.
Semoga permasalahan yang ada seperti tuntutan aksi yang digelar GIB ini memperoleh solusi yang terbaik untuk semua pihak atau seluruh warga Tanjungbalai dan menambah terbinanya hubungan yang lebih harmonis antara warga Kota Tanjungbalai, khususnya dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Kota Tanjungbalai.