Pandemi flu pertama dalam waktu 41 tahun

Saat-saat menjelang pengumuman
Organisasi kesehatan dunia, WHO menyebut, virus flu babi telah mewabah hingga ke seluruh dunia. Dunia kini menghadapi ancaman. Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengadakan pertemuan untuk memutuskan apakah akan mengumumkan pandemi flu H1N1 (flu babi).

WHO juga telah berkonsultasi dengan komite pakar flu yang terdiri dari para ilmuwan, yang bisa merekomendasikan pengumuman pandemi. WHO juga mengindikasikan kemungkinan penetapan status pandemik, yang berarti akan menjadi status ‘genting’ pertama dalam empat dasawarsa. Demikian disampaikan juru bicara WHO Gregory Hartl seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2009). Dikatakan Hartl, pertemuan itu akan digelar di Jenewa hingga hari Rabu, 10 Juni waktu setempat, WHO melaporkan jumlah kasus flu H1N1 secara global mencapai 27.737 kasus di 74 negara, termasuk 141 kematian. Negara-negara seperti Australia, Inggris dan Jepang saat ini tengah diawasi dengan ketat. Sebab negara-negara tersebut, khususnya Australia melaporkan jumlah kasus yang terus melonjak.Di Australia, jumlah kasus flu H1N1 sejauh ini telah mencapai 1.263 kasus. Inggris melaporkan 666 kasus termasuk 106 kasus baru pada 10 Juni kemarin. Sedangkan Jepang telah melaporkan 75 kasus baru sehingga kini total kasus mencapai 485.Jumlah kasus flu H1N1 terbanyak masih dilaporkan di Amerika Serikat dengan lebih dari 13 ribu kasus. “Untuk yang satu ini (pandemi), saya tidak bisa memungkirinya. Saya akan segera membuat pengumuman,” kata Direktur Utama WHO, Margaret Chan seperti dilansir BBC, Kamis (11/6/2009).

Pandemi Pertama sejak Abad 21
Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengumumkan virus flu Babi sebagai pendemi. Ini adalah yang pertama kalinya sejak abad 21. Badan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) ini juga menetapkan fase virus flu babi sampai pada level 6.

“Ini sangat penting dan menantang bagi kita semua. Hal ini penting karena kami akan menaikkan tingkat ke level 6,” ujar Direktur Jenderal WHO Dr Margaret Chan yang dikutip dari reuters.

Meskipun akan dinaikkan ke level 6, Chan membantah jika naiknya level ini dikarenakan dengan semakin meningkatnya jumlah kematian akibat dari flu babi. “Pindah ke enam tahap pandemi, tidak berarti kita akan melihat adanya peningkatan jumlah kematian atau kasus yang sangat parah,” tegasnya. “Cukup sebaliknya. Banyak orang yang memiliki penyakit ringan, mereka sembuh tanpa obat-obatan dalam beberapa kasus dan berita bagus,” sambungnya.

Dengan dinaikkannya level flu babi, WHO tetap menyarankan kepada ke-193 negara anggota untuk tidak menutup perbatasan atau memutus jalur perjalanan ke berbagai tempat, termasuk jalur barang dan jasa.

Kasus flu babi tembus jumlah lebih dari 25.000
Wabah virus flu H1N1 (flu babi) belum juga mereda. Bahkan kini jumlah kasus flu babi secara global telah menembus angka 25 ribu!. Sejauh ini sudah 73 negara yang secara resmi melaporkan kasus flu babi. Jumlah kasus flu babi terbanyak masih terjadi di Amerika Serikat (AS). Bahkan jumlah kasus di negeri adikuasa itu terus melonjak tajam. Pemerintah AS hingga kini telah melaporkan 13.217 kasus termasuk 27 kematian.Diikuti kemudian oleh Meksiko yang menempati urutan kedua. Jumlah kasus flu H1N1 di Meksiko terbilang stabil. Sejauh ini negeri itu telah melaporkan 5.717 kasus termasuk 106 kematian.Kanada merupakan negara dengan kasus flu babi terbanyak ketiga di dunia. Negara itu telah melaporkan 2.115 kasus termasuk 3 kematian akibat virus flu H1N1.Keiji Fukuda, Pjs Wakil Dirjen WHO mengungkapkan keprihatinannya atas terus menyebarnya virus flu H1N1. Bahkan jumlah kasus di Australia melonjak hingga lebih dari 1.000 kasus pada Senin, 8 juni lalu. Saat ini, lebih dari 1.200 kasus flu babi telah menjangkit penduduk negeri Kangguru. Dalam seminggu terakhir, 4 orang dinyatakan positif terjangkit flu babi. Sebulan lalu, belum banyak kasus H1N1 terjadi di Australia. Namun beberapa minggu terakhir jumlah penderitanya meningkat. Negara bagian Victoria, Melbourne adalah daerah yang paling banyak terjangkit flu babi. JUmlah penderitanya mencapai lebih dari 1.000 orang. Situasinya benar-benar berkembang luas beberapa hari terakhir.

“Kami saat ini sudah sangat dekat untuk mengetahui kalau kita dalam situasi pandemi, atau saya pikir, mengumumkan bahwa kita dalam situasi pandemi,” kata Fukuda dalam telekonferensi dari Jenewa seperti dilansir Reuters , Rabu (10/6/2009). Ditekankan Fukuda, WHO ingin menghindari “efek samping” jika pihaknya mengumumkan pandemi flu babi. Sebab dikatakan Fukuda, masyarakat mungkin panik atau pemerintah bisa saja mengambil tindakan-tindakan yang tidak perlu jika WHO mengumumkan pandemi flu babi. Saat ini setidaknya 26.563 kasus flu babi telah dilaporkan di 73 negara termasuk 140 kematian. Jumlah kematian tertinggi terjadi di Meksiko dengan lebih dari 100 kematian. Namun jumlah kasus terbanyak dilaporkan di AS yang hingga kini telah mencapai lebih dari 13 ribu kasus.

Depkes R.I. Siaga I

Jakarta – WHO akan menaikkan wabah flu babi (H1N1) ke level 6 alias pandemi. Masyarakat diminta tidak khawatir dan tetap waspada. “Kita dengar hari ini kami mendapat e-mail rencananya hari ini akan dinaikkan ke level 6. Meskipun angka kematiannya masih setengah persen, dan yang terkena hanya negara-negara maju,” kata Menkes Siti Fadilah Supari. Hal ini disampaikan dia sebelum acara Rapimnas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2009). Dikatakan bu’ Menkes, Depkes sudah siap dan siaga I. Masyarakat tidak perlu panik tetapi tetap waspada. “Rumah sakit-rumah sakit kita persiapkan dan hari ini kita berikan surat edaran, meminta mereka untuk siap-siap,” ujarnya.

Antisipasi Penyebaran Flu Babi oleh Depkes RI
Ada tujuh langkah yang ditempuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan dalam mewaspadai dan mencegah penyebaran Virus H1N1 atau Flu Babi (Swine Flu). Demikian dikatakan dalam surat edaran dari Menteri Kesehatan RI, Siti Fadilah Supari yang dibacakan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Prof Dr dr Cissy RS Prawira SpA(K) MSc, di Ruang Pers RS Hasan Sadikin Bandung, Selasa.

1. Sudah terpasangnya thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) di terminal kedatangan bandara internasional.
2. Mengaktifkan kembali sekitar 80 sentinel untuk surveillance ILI dan Pneumonia baik dalam bentuk klinik atau virologi.
3. Menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penaggulangan Flu Babi yang pada dasarnya adalh Oseltamivir yang sama untuk H5N1 (virus Flu Burung),
4. Menyiapakan 100 rumah sakit rujukan yang sudah ada dengan kemampuan menangani kasus Flu Babi.
5. Menyiapkan kemampuan laboratorium untuk pemeriksaan H1N1 (virus Flu Babi) di berbagai Laboratorium Flu Burung yang sudah ada,
6. Menyebarluaskan informasi ke masyarkat luas dan menyiagakan kesehatan melalui desa siaga.
7. Simulasi penanggulangan Pandemi Influenza yang baru dilakukan minggu lalu di Makasar juga merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Public health Emergency Internasional Concern (PHEIC) seperti Flu Babi.

Dikutip dari berbagai sumber.